Lewati navigasi

Baru yang kedua, dan bukan karena kesibukan tulisan ini terlambat. Tapi memang tipikal orang yang mengaku mempunyai blog ini pemalas, bukannya sibuk.

Ikut-ikutan alias mangayubagyo utawa nderek matur tentang kenaikan harga BBM yang rencananya akan dicanangkan secara nasional pada bulan-bulan ini atau bulan mendatang (tak tahu karena tak punya TIPI). Namun ada banyak hal yang setidaknya kita terpaksa harus setuju dengan kenaikan harga BBM di negeri ini. Bukannya menyambut gembira akan datangnya perubahan besar di negeri ini, ataupun meratapi kenapa aku lahir di NEGERI INDONESIA TERCINTA yang bisa dikatakan oleh banyak orang merupakan negeri yang GEMAH RIPAH LOH JINAWI (nanging malinge akeh) -Tanam padi tumbuh padi, tonggakpun bisa jadi tanaman, tanam batu tumbuh intan, cuma kalo reboisasi tumbuh Ilegal Loging (benar-salah tulisan tak perlu dibahas).

Kembali ke masalah BBM yang sekarang ini akan banyak menguras tenaga-pikiran-emosi-kebodohan-dll. diakui ato tidak Kenaikan BBM akan berdampak buruk bagi pembiyaya’an hidup sehari-hari entah itu beli sayur, beras, kacang-kacangan bahkan jalan-jalan ke MALL, nonton bioskop, plesiran, dugem,dll Karena semua sudah menggunakan BBM bukan lagi gerobak sapi. Akan tetapi sewajarnya apabila sadar dan menerima apa adanya tentang kenaikan harga BBM ini. Lha wong sebenarnya tidak berpengaruh bagi saya pribadi (mobil tak ada, ke MALL Jarang, Dugem Apalagi). Paling-paling cuma keladang yang cukup dengan jalan kaki. Jadi dengan kata lain, kehidupan petani seperti saya ini jarang meminum BBM dan hampir bisa dikatakan tidak pernah Meminum BBM. Sedangkan yang banyak menggunakan BBM hanya orang-orang yang hobinya seperti diatas.

Aku punya usul sedikit tentang subsidi yang diusahakan tidak ditarik dari peredaran, yaitu tentang subsidi BBM untuk angkutan massal dan rakyat kecil seperti BUS, KERETA API (EKONOMI), KERETA KENCANA, KAPAL LAUT, Becak (dengan BLT), Bajaj, dll ato semua kendaraan yang memenuhi hajat hidup orang miskin, baik masyarakat miskin kota dan masyarakat miskin pedesaan.

Dari pada bangsa ini bangkrut karena suplay subsidi yang tak pernah ketahuan alang ujurnya. Sedangkan yang teriak-teriak anti kenaikan BBM mungkin agak salah alamat, karena sebagian besar premium digunakan oleh orang-orang yang memiliki kendaraan roda 4 (termasuk didalamnya para pejabat yang korup). Jadi apakah kita akan membela Para maling-maling ini ? ato orang-orang yang selalu kurang apabila diberikan fasilitas didunia ?, ato lagi orang-orang yang selalu menghabiskan waktu diatas kendaraan tanpa tujuan, yang ada hanya hura-hura?

Masih pantaskah kita berteriak membela kaum-kaum yang menggunakan subsidi pemerintah padahal mereka sendiri mampu untuk hidup tanpa subsidi itu atau bahkan lebih ?

Tak tahulah….

Lha wong manusia negara di negara ini sudah susah diatur. Malah masih lebih mudah mengatur hewan-ternak untuk berbaris daripada manusia2 di NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA. (termasuk yang nulis tentunya)

Tapi aku yakin “Pasti ada orang-orang jujur yang mau membela bangsa ini dengan ikhlas tanpa tendensi apapun kecuali beribadah kepada-Nya, meskipun yang menjadi maling juga LEBIH BUAANYAK DARI PADA YANG DIDUGA !

Satu komentar

  1. BLT?? saya rasa ini konyol, kayak tukang obat yang nyebarin penyakit, lalu ngejual obat penawarnya (eh bukan ngejual ding, memberi… biar dikira pahlawan, oh kacau!!!).


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.