Lewati navigasi

Ini adalah cerita sebuah sandal jepit yang harganya cuma 10ribuan merknya dulu kebanyakan daimatu ataupun swallow. ngomong-ngomong tentang sandal adalah hal yang lumrah. Barang itu selalu dipasang dikaki sebagai alas untuk jalan kemana-mana. Ke kebonan, sawah, ladang bahkan Mall sekalipun.

Sebenarnya sih ini sebuah uneg-uneg tentang hilangnya sandal jepit murahanku di masjid, yang berulang-ulang kali hilang. Meski 5ribu sampai 10ribu regane (ra sepiroho) tapi kalau ilang dongkol banget rasane.

Kadang (nek dong kelangan sandal jepit) saya sendiri berfikir tentang saudara-saudara saya yang sama-sama mengunjungi masjid untuk beribadah, sholat, dll, apakah mereka ini sengaja kemasjid hanya untuk mencari sandal jepit baru opo piye tho ?

Jan-jane seh bukan itu yang kumaksudkan. Ada sedikit ganjalan dihatiku tentang semua yang terjadi pada sandal jepit ini, la wong sandal jepit murahan kok. Nek niat nyolong kok ya dimasjid dan yang diambil cuma sandal jepit sing regane 5ewunan atau 10ewunan.

Rugi banget to ya, ndak payu dijual sandal jepit itu. Ngisin isini /malu -maluin. Saya sih bukan mengumpat ataupun menjelekkan sodara-sodara saya sendiri (menepuk air dilaut terpercik muka sendiri), akan tetapi ada sedikit yang akan saya sampaikan uneg-uneg ini, tentang sebuah kepedulian akan hak milik orang lain.

Bahkan banyak orang yang mengalami peristiwa-peristiwa konyol seperti ini. Cuma intinya bisa dikatakan hampir sebagian besar sodara-sodara saya ini sudah ndak peduli lagi dengan hak-hak orang lain, meski sepasang sandal jepit yang justru milik orang-orang yang gak due duwit.

Inilah sodara-sodaraku kepedulian kita terhadap hak orang lain ini sudah hampir habis, bahkan sudah hilang. Trus dari arah mana kita mau bangkit. Sedangkan kita cenderung peduli dengan perut kita sendiri dan turun sedikit dibawahnya, trus pada rombongan (baca : jama’ah-jama’ah) yang tertulis di tanda pengenal kita.

Mbuh lah…, piye ben apik lan aman. Saya sendiri tak tahu

Satu komentar

  1. wakaka… makanya tuh… gw paling sering ngalamin tuh…
    sempat2nya seh nyolong sandal jepit murahan… yang mahal napa… apa takut dosanya gede klo yang dicolong mahalan dikit…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.